Selamat Datang di Blog Edukasi Suparmin, SMA Negeri 1 Pallangga, Gowa, Sulawesi Selatan

Rabu, 02 September 2020

RPP Daring | Teks Anekdot | Kelas X

 

Mata Pelajaran                  : Bahasa Indonesia                                        Materi                : Teks Anekdot

Satuan Pendidikan            : SMAN 9 Gowa                                              Alokasi Waktu  : 3 kali pertemuan

Kelas/Semester                 : X/Ganjil

KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR
  

 


Kompetensi Dasar

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.5    Mengevaluasi teks anekdot dari aspek makna tersirat.

                                                             

3.5.1           Mengidentifikasi ciri teks anekdot.

3.5.2           Mengidentifikasi struktur (bagian-bagian teks) anekdot.

3.5.3           Mengidentifikasi kebahasaan teks anekdot

 

4.5        Mengonstruksi makna tersirat dalam sebuah teks anekdot.

4.5.1        Menceritakan kembali isi teks anekdot dengan  pola penyajian yang berbeda.

4.5.2        Menyusun kembali teks anekdot  dengan memerhatikan struktur dan kebahasaan

4.5.3           Menyusun teks anekdot sendiri

 


KEGIATAN PEMBELAJARAN  

 

Pertemuan 1

1.       Pendidik menyampaikan salam, tujuan dan orientasi pembelajaran

2.       Pendidik melalui aplikasi google classroom, meminta peserta didik mengisi presensi yang dibagikan dalam bentuk google form.

3.       Pendidik membagikan video anekdot untuk ditonton oleh peserta didik.

4.       Pendidik meminta peserta didik menanggapi video anekdot

5.       Pendidik menyampaikan materi ciri dan struktur anekdot dalam bentuk salindia ppt secara singkat.

6.       Pendidik dan peserta didik melakukan tanya jawab

7.       Pendidik meminta peserta didik membuka google classroom-nya masing-masing dan masuk kelas untuk mengerjakan tugas ringan yang telah disiapkan oleh Pendidik.

8.       Pendidik menyelesaikan pertemuan daring (tatap muka) dengan ucapan terima kasih dan menitipkan nasihat pada peserta didik di rumah.

 Pertemuan 2

1.       Pendidik mengkondisikan peserta didik untuk siap belajar dengan bergabung pada grup WA dan google classroom.

2.       Pendidik mengecek kehadiran peserta didik yang aktif dalam  grup daring.

3.       Pendidik menyampaikan materi /bahan ajar kepada peserta didik melalui grup WA/link youtube, atau blog yang telah dirancang oleh pendidik. Materi yakni aspek kebahasaan teks anekdot dan menceritakan kembali isi teks anekdot yang telah dibaca.

4.       Pendidik memberikan waktu kepada peserta didik untuk mempelajari materi/bahan ajar yang telah dibagikan oleh pendidik sesuai waktu yang telah disepakati bersama.

5.       Pendidik dan peserta didik melakukan diskusi (baik dalam bentuk kiriman pertanyaan di grup WA, GC, atau komentar di youtube.

6.       Pendidik memberikan penugasan kepada peserta didik (dikondisikan)

7.       Peserta didik mengerjakan tugas yang telah diberikan.

8.       Peserta didik mengumpulkan tugas dengan mengirimkan pesan via WA, GC kepada pendidik pada waktu yang telah disepakati.

9.       Pendidik membuka akses kepada setiap peserta didik untuk mengirimkan hasil kerja pada WA pribadi atau GC dan berdiskusi untuk menemukan jawabanya (disksusi dilakukan di grup WA).

10.    Pendidik memantau aktivitas peserta didik di grup WA dan GC dengan memberikan motivasi kepada peserta didik.

11.    Pendidik melakukan penilaian keaktifan peserta didik didalam proses pembelajaran.

12.    Pendidik menutup proses pembelajaran dengan doa agar ilmu yang diperoleh bermanfaat lebih khusus doa bersama untuk keselamatan umat manusia dari Covid-19.

 Pertemuan 3

1.    Pendidik menyapa peserta didik melalui grup Whats app.

2.    Pendidik memastikan kehadiran peserta didik dengan mengirimkan link Zoho untuk pengisian daftar hadir.

3.    Pendidik dan peserta didik berdiskusi materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya.

4.    Pendidik menyampaikan materi yang akan dibahas pada pertemuan terakhir untuk teks anekdot.

5.    Pendidik menginstruksikan peserta didik untuk membaca materi yang telah dikirimkan.

6.    Pendidik dan peserta didik melakukan tanya jawab.

7.    Pendidik menginstruksikan peserta didik untuk menulis teks anekdot sendiri.

8.    Pendidik menginstruksikan peserta didik untuk mengumpulkan teks anekdot melalui google classroom.

9.    Pendidik menyampaikan rencana pelaksanaan penilaian teks anekdot.

10. Pembelajaran diakhiri dengan berdoa bersama dan saling menyemangati untuk tetap tinggal di rumah dan tetap bersemangat dalam belajar.

    PENILAIAN


Pengetahuan

Keterampilan

Sikap

Tes tertulis tentang ciri, syarat, dan analisis teks anekdot.

 

Menulis teks anekdot sesuai dengan lingkungan sekitar.

1.       Bekerjasama dalam diskusi

2.       Menggunakan bahasa yang baik dan benar dalam pembelajaran di grup WA dan google classroom.

b.       Bertanggung jawab dalam mengerjakan tugas.

                                                                                                                                                 Gowa, 13 Juli 2020

Mengetahui

Kepala UPT,                                                                                                       Pendidik,

 

 

 Dra. Fatmawati, M.Si.                                                                                    Suparmin, S.Pd.

NIP 1961032319860322006                                                                             NIP 198411102009011012

Selasa, 01 September 2020

Memahami Teks Eksposisi

  


A.
        Pengertian teks eksposisi

Tahukah Anda apa itu teks eksposisi? Apakah Anda pernah membaca teks eksposisi? Atau, Anda pernah mengungkapkan sesuatu dalam bentuk teks eksposisi? Lalu, apa kira-kira fungsi teks eksposisi? Nah, jika jawaban Anda masih berbeda-beda atau samar-samar, yuk, baca contoh teks berikut ini!

Olah Raga dapat Menjaga Kesehatan Tubuh

Olahraga memiliki khasiat yang banyak terhadap kesehatan tubuh manusia. Dengan sering berolahraga, badan lebih fresh dan fit. Hal tersebut berbeda dengan seorang yang tidak sempat melaksanakan olahraga.

Akan tetapi, terdapat beberapa hal berarti yang wajib dicermati seseorang ketika hendak berolahraga. Misalnya saja, mencermati apakah jantungnya dapat diajak berolah raga atau tidak. Sebab, tidak dapat dipungkiri jika seorang yang mempunyai riwayat penyakit jantung,  akan berbahaya jika melaksanakan kegiatan olahraga, apalagi olahraga yang berat.

Oleh karena itu, tiap orang perlu mencermati hal ini secara lebih agar aktivitas olahraga yang awal mulanya bertujuan menyehatkan badan jangan sampai membahayakan badannya.

Olahraga merupakan aktivitas yang mengasyikkan untuk dilakukan. Terdapat banyak tipe serta berbagai olahraga yang dapat dijadikan pilihan. Misalnya saja, berlari, renang, push up, shit up, serta masih banyak lagi tipe olah raga yang lain. Selain sebagai kegiatan yang mengasyikkan, nyatanya, olahraga dapat pula memberikan khasiat yang baik terhadap kesehatan badan. Dengan berolah raga, badan akan kembali sehat dan bugar. Tidak hanya itu, berolahraga membuat atmosfer hati seorang menjadi lebih bahagia. Olahraga juga dapat meningkatkan metabolisme tubuh,  meningkatnya metabolisme tubuh menghindarkan seorang dari penyakit kognitif, penyusutan sistem kerja otak serta pikun.

Olahraga juga dianjurkan bagi Anda yang mengidap penyakit tekanan darah tinggi. Tekanan darah tinggi dapat menimbulkan terbentuknya penyempitan pembuluh darah sehingga menimbulkan aliran darah seorang jadi tidak lancar. Jika pengidap tekanan darah tinggi ini melaksanakan kegiatan olahraga secara rutin, hal tersebut dapat membantu melancarkan aliran darah di dalam tubuh  seseorang.

Olahraga memang mempunyai khasiat yang sangat banyak untuk kesehatan tubuh. Mulai dari menjadikan perasaan seorang terus positif, menghindarkan seorang dari bermacam- macam penyakit, hingga dapat meningkatkan metabolisme tubuh manusia. Olahraga juga dapat melancarkan peredaran darah dalam tubuh seorang serta masih banyak manfaat yang lain. Sekalipun mempunyai banyak khasiat, berolahraga juga terkadang berdampak negatif bagi diri seseorang.

Nah, sebelum berolahraga, hendaknya yakinkan keadaan badan Anda dalam kondisi baik sehingga sanggup melaksanakan bermacam olahraga yang akan menguras tenaga.

Sumber: https://www.cryptowi.com/ dengan beberapa pengubahan

Teks tersebut merupakan teks yang memaparkan opini mengenai manfaat berolahraga. Penulis teks berusaha menjelaskan manfaat berolahraga disertai dengan argumen-argumen yang meyakinkan pembaca.  Argumen yang disampaikan dijelaskan secara jelas sehingga pembaca dengan mudah memahami manfaat berolahraga. Selain itu, penulis juga menyampaikan dampak negatif berolaharga, tetapi tidaklah sedetail manfaat positifnya.

Sebenarnya, kalian telah banyak mempraktikkan teks eksposisi. Misalnya, pada saat diskusi di kelas, setiap kelompok menyampaikan opini/pendapat masing-masing. Pada saat menyampaikan pendapat, pembicara pasti menyertainya dengan argumen yang bertujuan memperkuat opininya.

 

Nah, ternyata teks eksposisi memuat suatu isu atau persoalan tentang topik tertentu dan pernyataan yang menunjukan posisi penulis dalam menanggapi isu atau persoalan tersebut. Teks eksposisi bertujuan untuk menjelaskan, mengklarifikasi, atau mengevaluasi sebuah persoalan atau isu tentang topik tertentu. Zainurrahman (2011: 74) memaparkan bahwa teks eksposisi adalah tulisan yang digunakan oleh penulis untuk memberikan informasi penting kepada pembaca mengenai fakta-fakta penting seperti konsep, objek, teori, dan sebagainya.

Selain itu, teks eksposisi dimaknai sebagai teks yang menyajikan gagasan suatu peristiwa yang bertujuan untuk memberitahukan peristiwa tersebut kepada orang lain. Hal ini sesuai dengan paparan Wiratno (2009: 59) bahwa teks eksposisi adalah teks yang menyajikan pendapat atau gagasan yang dilihat dari satu sudut pandang. Teks tersebut bertujuan untuk menyakinkan pihak lain bahwa pendapat atau gagasan disampaikan benar berdasarkan argumentasi atau alasan yang diajukan.

Berdasarkan pendapat tersebut, dapat dipahami bahwa teks eksposisi berisi opini yang diperkuat dengan argumen dan data. Eksposisi digunakan seseorang untuk memberikan pandangan atau pendapat mengenai suatu hal. Bentuk teks ini dapat digunakan dalam beberapa kegiatan, seperti pidato, ceramah, debat, dan sejenisnya. Selain itu, teks eksposisi juga dapat ditemukan pada media cetak. Oleh karena itu, eksposisi dapat disampaikan secara lisan ataupun tertulis. Sampai di sini, kalian sudah paham pengertian teks eksposisi kan?

 B.      Fungsi teks eksposisi

Fungsi utama teks eksposisi yakni menyampaikan, mengungkapkan, menerangkan, atau menguraikan suatu gagasan berupa pokok-pokok pikiran mengenai suatu topik yang bersifat nonfiksi dengan dasar argumentasi yang kuat. Secara umum, menulis teks eksposisi dapat melatih kemampuan berpikir kritis, menuangkan ide dan gagasan seseorang yang didukung data-data yang valid dan akurat.
Semakin tidak sabar untuk menulis teks eksposis? Eits, sabar dulu. Ternyata, kita tidak boleh sembarangan menulis teks eksposisi. Tujuannya, agar tulisan eksposisi kita dapat mencapai tujuan yang diinginkan. Oleh karena itu, kita pun perlu memahami ciri dan strukturnya. Yuk, siapkan segelas teh hangat atau dingin, ya. Setelah itu, jangan lupa, mari melanjutkan membaca bagian berikutnya!

 C.      Ciri teks eksposisi

Seruput dululah tehnya. Hela napas Anda. Setelah itu, mari memahami ciri teks eksposisi. untuk apa? Hal ini memudahkan Anda memahami jenis teks. Jika Anda membaca sebuah teks di majalah, koran, atau internet, maka dengan memahami ciri sebuh teks, pastilah dengan mudah Anda bisa menebak jenis teksnya. Lalu, apa ciri teks eksposisi? Sabar, baca satu demi satu bagian berikut.

  • Bersifat informatif.

Ingat, pastikan pembaca mendapatkan informasi tambahan setelah membaca teks  eksposisi yang Anda paparkan.

  • Informasi yang disampaikan didukung oleh data yang akurat.

      Hal ini penting. Data yang berasal dari fakta dapat meyakinkan pembaca terhadap          hal yang kita paparkan dalam teks eksposisi.

  •      Informasi yang disampaikan bersifat objektif.

    Ingat, dalam pemaparan, hindari menggunakan kata atau frasa yang menarik emosi        pembaca. Hindari menjadikan pembaca memihak terhadap salah satu hal yang                 dipaparkan.

  •     Menggunakan bahasa sesuai PUEBI.

  Tau tidak apa itu PUEBI? Kalau belum, sabar, saya infokan saja, ya. PUEBI                 merupakan singakatan dari Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Sekarang sudah      paham, kan. Nah, dalam menyusun teks eksposisi, bahasa yang digunakan harus lugas.  Jangan lupa perhatikan dengan baik penggunaan tanda baca dan ejaan dalam teks   eksposis yang ditulis, ya.

D.     D.  Struktur teks eksposisi

Ternyata, seperti teks yang lain, eksposisi pun memiliki struktur tersendiri. Agar tulisan eksposisi kita menarik, kita harus memperhatikan struktur teks tersebut. Penasaran? Sabar sedikit, kawan. Pelan-pelan saja. Sekarang, simak penjelasan berikut.

a.  Pernyataan pendapat

Bagian pertama dalam teks eksposisi adalah pernyataan pendapat. Ada juga yang menyebutnya dengan istilah tesis. Maknanya, sama saja. Bagian ini merupakan pembuka yang berisi peryataan pendapat penulis. Pendapat inilah yang akan dibahas oleh penulis pada bagian selanjutnya.

b.  Argumentasi

Bagian selanjutnya, argumentasi. Sesuai dengan maknanya, argumentasi berisi alasan yang mampu mendukung pendapat yang telah disampaikan pada bagian tesis. Ingat, Semakin banyak alasan akurat yang dapat dikemukakan, pendapat akan semakin kuat dan mudah mempengaruhi pembaca atau pendengar.

c.  Penegasan ulang

Apakah sudah paham dengan dua struktur sebelumnya? Jika belum, baca sekali lagi lah! Atau seruput kembali teh dingin yang sedari tadi menemani Anda.  Yuk, berselancar dengan membaca struktur yang terakhir ini.

Dalam teks eksposisis, penegasan ulang biasanya sekaligus sebagai simpulan. Bagian ini hanya menegaskan ulang apa yang telah disampaikan pada bagian tesis. Lalu mengapa penting? Karena dengan pengulangan tersebut, pembaca lebih memahami isi teks yang disampaikan. Bukti-bukti pendukung masih dibutuhkan pada bagian ini.

Sudah jelas, kan? Yuk, ingat kembali tiga struktur yang telah Andaabaca. Ingat, jangan sampai pemahaman Anda meghilang seiring dengan keluarnya Anda dari blog ini, ya.

E.      E.  Jenis-jenis Teks eksposisi

        Ternyata teks eksposisi memiliki beberapa jenis. Apakah Anda tahu? Jika belum, tidak usah panik. Silakan saja lanjutkan bacaan Anda! Kita bahas satu per satu, ya!

             1.Teks eksposisi definisi

Teks ini bertujuan utuk memparkan definisi atau pengertian suatu hal/topik.
Agar lebih mudah, perhatikan contoh berikut.

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). ….

              2.  Teks eksposisi proses

Teks ini bertujuan menjelaskan proses atau cara pembuatan/melakukan sesuatu dari awal hingga kahir.

Kita sertai juga dengan contoh, ya.

Menentukan topik menjadi hal pertama yang harus dilakukan ketika akan menulis teks eksposisi. Topik tersebut kemudian dituangkan dalam judul. Selanjutnya, ….

3.   Teks eksposisi klasifikasi

Teks jenis ini bertujuan mengkalisifikasikan/ mengelompkkkan suatu hal secara berurutan.

Contohnya bagaimana? Silakan dibaca.

Jika Anda berkunjung ke kantin, Anda akan menemukan banyak makanan dan minuman dijual di tempat itu. Minuman dan makanan tersebut terdiri atas beberapa jenis. Misalnya, dari segi harga, kita akan menemukan minuman dengan harga mulai dari 1.000 rupiah hingga harga 15.000 rupiah. ….

4. Teks eksposisi ilustrasi

Teks ini memberikan gambaran yang sederhana mengenai suatu topik dengan topik lainnya. Antara dua topik tersebut memiliki kesamaan atau kemiripan ciri.

Supaya lebih mudah, baca saja contoh berikut.

Bagi umat islam, salat merupakan tiang agama. Dengan mendirikan salat, ibarat kita membangun sebuah tiang pada rumah. Salat yang baik akan menegakkan agama. Begitu pula dengan tiang rumah. Tiang yang kokoh akan membuat rumah berdiri dengan baik. ….

5.  Teks eksposisi pertentangan

Teks ini bersifat mempertentangkan antara suatu hal dengan hal lainnya.

Perhatikan contoh berikut.

Antara planet Merkurius dan bumi memiliki perbedaan yang sangat mencolok. Lama rotasi dan revolusi antara dua planet ini berbanding terbalik. Merkurius membutuhkan waktu 88 hari untuk berevolusi mengitari matahari, sedangkan bumi hanya membutuhkan waktu 1 hari. ….

6. Teks eksposisi berita

Karena namanya berita, teks ini banyak ditemukan di koran, baik itu koran daring maupun yang luring/cetak.

Dari segi contoh, teks ini memiliki contoh begitu banyak. Kita ambil saja penggalan berita dari kompas.com edisi 1 Desember 2020.

JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengeklaim bahwa jumlah kasus aktif Covid-19 di Ibu Kota menurun selama sepekan terakhir walaupun kasus harian terus melonjak. Anies menjelaskan, kasus aktif diukur berdasarkan angka kasus baru dikurangi angka sembuh, lalu dikurangi lagi dengan angka pasien meninggal. Hal ini diutarakan Anies saat memberi sambutan dalam webinar di kanal YouTube SDGs Jakarta, Senin (31/8/2020).

7. Teks eksposisi perbandingan

Namanya juga perbandingan, pastilah membandingkan antara suatu hal dengan hal yang lain.

Contoh pada jenis terakhir ini dapat Anda baca berikut.

Perkembangan teknologi di Indonesia berpengaruh terhadap perkembangan pembangkit listrik. Pada mulanya, pembangkit listrik lebih banyak menggunakan tenaga air dan diesel. Kini, pembangkit tersebut lebih banyak digerakkan dengan tenaga uap atau angin.  Kedua hal ini memiliki perbedaan dalam segi penghematan biaya dan kesehatan lingkungan. ….

F.       F. Aspek kebahasaan teks eksposisi


Sekarang kita sudah berada pada bagian akhir pembahasan teks eksposisi. Kali ini, kita akan fokus membahas aspek/kaidah kebahasaan teks eksposisi. Tehnya juga sudah habis, ya? Jangan sampai tersisa, ya. Nah, apa-apa saja kaidah kebahasaan teks eksposisi? Yuk, baca dengan pelan!

a.  Pronomina

Pronomina atau kata ganti merupakan jenis kata yang menggantikan nomina. Pronomina dapat berupa pronomina personal dan pronomina nonpersonal. Pronomina personal menjadi kata ganti untuk menggantikan nama orang. Misalnya  saya, ia, Anda, kamu, kalian, mereka, dan hadirin. Pronomina nonpersona seperti ini, itu, sana, dan apa.

b.  Banyak menggunakan nomina dan verba

Dalam teks eksposisi, dengan mudah kita akan menemukan punggunaan kata benda (nomina) dan kata kerja (verba). Kedua jenis kata ini mendominasi dalam teks eksposisi. selain itu, kita juga akan menemukan penggunaan kata sifat dalam teks tersebut.

c.  Konjungsi

Konjungsi atau kata penghubung selalu hadir dalam teks apa saja. dalam teks eksposisi konjungsi/kata penghubung yang banyak digunakan adalah jenis konjungsi temporal (menyatakan ururan waktu)  dan kausalitas (sebab akibat).

d.  Menggunakan istilah

Dalam teks eksposisi ditemukan banyak kata yang hanya digunakan dalam hal tertentu saja. makna kata ini akan mudah dimaknai ketika kita membuka kamus bahasa Indonesia.

e.  Penggunaan afiks

Seperti halnya jenis teks lain, dalam teks eksposisi kita akan menemukan banyak kata yang mengalami proses pengimbuhan. Pengimbuhan tersebut dapat berupa awalan, akhiran, ataupun imbuhan gabung.

      Bagaimana? Semoga setelah membaca tulisan ini, kalian sudah mampu  

      memahami teks eksposisi. Selamat belajar. Jangan lupa baca materi yang lain, ya!


Jangan lupa baca materi lainnya.

https://suparmin01.blogspot.com/2020/07/rencana-pelaksanaan-pembelajaran-daring_13.html

 https://suparmin01.blogspot.com/2020/07/rencana-pelaksanaan-pembelajaran-daring_12.html

https://suparmin01.blogspot.com/2020/07/materi-surat-lamaran-pekerjaan-bahasa.html

https://suparmin01.blogspot.com/2020/06/balon-pasanganappasiamak-dan.html

https://www.youtube.com/watch?v=SBxJv5gQ9KI&t=60s

https://suparmin01.blogspot.com/2020/05/teks-biografi.html



Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.