Selamat Datang di Blog Edukasi Suparmin, SMA Negeri 1 Pallangga, Gowa, Sulawesi Selatan

Senin, 06 April 2020

Gerakan ASN untuk Covid-19


Covid-19 telah memorak-porandakan seluruh rencana di negeri ini. Baik rencana yang telah disusun oleh pemerintah maupun rencana yang disusun oleh individu. Perekonomian yang telah dirumuskan matang-matang mengalami jalan buntu. Pembangunan yang telah disepakati harus dikaji ulang. Rencana pemindahan ibu kota negara yang desainnya telah diumumkan ke publik pun hingga kini semakin tidak jelas. Khusus di bidang pendidikan, beberapa kebijakan yang telah dirancang harus dirombak. Ujian Nasional Berbasis Komputer dan Berbasis Pensil-Kertas malah telah digagalkan. Ketika tulisan ini saya ketik, sudah memasuki hari ke-20 saya sebagai pendidik harus bekerja dan mengajar dari rumah. Sudah beberapa kali pemerintah daerah (Dinas Pendidikan) mengeluarkan surat edaran perpanjangan masa belajar dari rumah. Kegiatan ini pun tidak dapat dilaksanakan secara menyeluruh. Betapa banyaknya peserta didik yang menjadikan belajar di rumah ini sebagai masa libur panjang.
Negara "terseok" menangani covid-19. Anggaran yang digelontorkan pun sudah bukan lagi hitungan kecil. Melalui Perppu, Presiden Jokowi mengumumkan tambahan anggaran penanganan Virus Corona Rp 405,1 triliun. Dengan rincian, sebesar Rp 75 triliun untuk bidang kesehatan, Rp 110 triliun untuk social safety net atau jaring pengaman sosial. Kemudian Rp 70,1 triliun untuk insentif perpajakan dan stimulus KUR. Serta Rp 150 triliun dialokasikan untuk pembiayaan program pemulihan ekonomi nasional. (Sumber: liputan6.com, 1 April 2020).
Selain negara, beberapa instansi swasta (media, komunitas, asosiasi, dan lembaga-lembaga lain) juga turut menggalang dana dan menyalurkan dana dengan berbagai program dalam menangani covid-19 tersebut. Akan tetapi, saya belum menemukan asosiasi pendidikan yang menggalang dana untuk membantu negara dan masyarakat dalam mengurangi beban akibat pandemi yang terus mewabah.
Bagaimana bentuknya?
Aparatur Sipil Negara yang berstatus Pegawai Negeri Sipil dapat melakukan gerakan sedekah 50 ribu rupiah. Dana yang terkumpul bisa dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau bekerja sama dengan lembaga tertentu yang sudah lebih dulu bergerak dalam membantu pemerintah menangani covid-19 ini. Dari data yang saya kutip di laman BKN, jumlah ASN (Pegawai Negeri Sipil) per Desember 2019 berjumlah 4.189.121 orang. Jika semuanya terpanggil dan sepakat untuk melakukan gerakan 50 ribu rupiah dan dikelola secara profesional, maka bisa mengumpulkan dana sebanyak 209.456.050.000 rupiah. Jumlah yang tidak sedikit. Ini jika 50 ribu rupiah. Akan tetapi, saya yakin, ada beberapa ASN yang ikhlas memberikan sedekah lebih dari jumlah tersebut jika program ini dikelola dengan baik.
Dananya untuk Apa?
Betapa banyaknya kita baca di media, tenaga kesehatan/medis yang menangani pasien covid-19 tanpa alat pengaman diri yang memadai. Kita baca di media, begitu banyak saudara-saudara kita yang terpaksa tinggal di rumah tanpa kepastian kebutuhan sehari-hari. Perusahaan-perusahaan tempat mereka bekerja harus tutup sementara. Mereka tidak punya pekerjaan yang bisa menghasilkan dan membuat dapur tetap berasap. Kita menyaksikan, begitu banyaknya pekerja informal yang susah melanjutkan usahanya. Tetap beroperasi, pelanggan/pembeli minim, ditutup, tidak ada sumber penghasilan yang lain. Inilah salah satu alasan mengapa pembatasan wilayah (lockdown) secara total tidak menjadi opsi terbaik di Indonesia.
Di sinilah rasa kemanusiaan kita diuji. Di sinilah pangkat, jabatan (sebagai ASN) mendapat tantangan. Di sinilah kebermanfaatan kita sebagai abdi negara harus dibuktikan. Mari bekerja sama membantu pemerintah melewati jalan terjal ini untuk kembali menapak jalan mulus demi Indonesia yang kita cintai. Semoga gerakan ini bisa diinisiasi oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (bidang dengan jumlah ASN terbanyak/69,94%) atau Badan Kepegawaian Negara. Jika tidak, semoga bisa diinisiasi oleh BKN Provinsi masing-masing atau Dinas Pendidikan Provinsi. Atau yang lebih kecil, yakni Badan Kepegawaian Daerah (BKD) atau Dinas Pendidikan Kabupaten. Pun jika tidak, paling kecil secara pribadi, marilah bersedekah terhadap orang yang kita kenal, tetangga, atau siapa saja yang sedang terpaksa tinggal di  rumah dan tetap berharap piring bisa kotor setiap hari.
#tetapdirumah
#mariberbuat

Rabu, 04 Maret 2020

RPP Merdeka Belajar


RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Rounded Rectangle: Satuan Pendidikan : SMA Negeri 9 Gowa
Kelas/Semester  : X/Semester Genap
Materi Pokok  : Debat
Alokasi Waktu  : 4 X 45 Menit
 




Kompetensi Dasar
Indikator
3.12  Menghubungkan permasalahan/ isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak dan simpulan dari debat untuk menemukan esensi dari debat.

4.12   Mengonstruksi permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan dari debat secara lisan untuk menunjukkan esensi dari debat.  
1.    Merumuskan esensi debat.
2.   Mengidentifikasi unsur-unsur debat.
3.   Merumuskan tata cara debat

No
Tujuan Pembelajaran
1.
2.
3.
Peserta didik mampu merumuskan esensi debat
Peserta didik mampu mengidentifikasi unsur-unsur debat.
Peserta didik mampu merumuskan tata cara debat.

Kegiatan Pembelajaran





Pendahuluan
a.       Orientasi: Melakukan pembelajaran dengan menyiapkan peserta didik, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan fisik dan psikis peserta untuk untuk mengikuti pembelajaran.
b.      Apersepsi: Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, mengingatkan kembali materi dengan bertanya, mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
c.       Motivasi: Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi teks debat dalam kehidupan sehari-hari.
d.      Pemberian acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan yang sedang berlangsung, memberitahukan tentang indikator dan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang sedang berlangsung, pembagian kelompok belajar, menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.








Inti
a.       Literasi: Peserta didik diberi stimulus atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada materi teks debat melalui pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan mengolah informasi, mengomunikasikan). Dalam hal ini, pendidik menayangkan video debat melalui layar LCD atau membagikan link video debat kepada peserta didik untuk ditonton di gawai masing-masing.
b.      Berpikir Kritis: Pendidik memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi aneka pernyataan yang berkaitan dengan debat pada vidio yang ditonton atau teks debat buku yang dibaca dan dijawab secara diskusi dalam kegiatan pembelajaran. (contoh pertanyaan terdapat pada buku teks)
c.       Kerja Sama: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan, mengumpulkan informasi, dan mempresentasikan ulang hasil diskusi mengenai unsur-unsur dalam debat. Unsur-unsur tersebut mereka temukan setelah membaca teks debat pada buku teks.
Peserta didik kembali mendiskusikan dan menganalisis teks debat untuk menemukan tata cara dalam melakukan debat. Tata cara tersebut mereka analisis pada teks debat (boleh dalam bentuk video)
d.      Komunikasi: Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan dan menyampaikan hasil diskusi tentang kegaiatan pembelajaran, mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentang teks debat yang telah dipelajari dan ditanggapi oleh kelompok yang lain, bertanya atas presentasi tentang teks debat yang telah dipelajari, dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
e.       Kreativitas: Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami atau guru menyampaikan beberapa pertanyaan pemicu kepada siswa berkaitan dengan teks debat yang selesai dipelajari.




Penutup
Pendidik dan Peserta didik berdiskusi menyusun ringkasan tentang hal-hal penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran teks debat yang baru dilakukan, mengagendakan materi atau tugas yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau di rumah.
Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi paraf, memberikan penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama yang baik dalam kegiatan pembelajaran.

Penilaian
Penilaian Sikap
Pendidik mengamati sikap setiap peserta didik selama proses pembelajaran
Penilaian Pengetahuan
Pendidik memeriksa hasil analisis terhadap esensi, unsur-unsur, dan tata cara debat yang telah disusun oleh peserta didik dengan mengecek kesesuaian jawaban kelompok mereka.
Penilaian Keterampilan
Pendidik menilai kemampuan presentasi, menyampaikan saran, dan merevisi hasil analisis teks debat yang telah disusun.
Pallangga, 5 Januari 2020
Mengetahui                                                                                     
Kepala UPT SMAN 9 Gowa,                                                           Guru Mata Pelajaran,



Dra. Fatmawati, M. Si.                                                                   Suparmin, S. Pd.
NIP 196103231986032006                                                             NIP 198411102009011012
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Rounded Rectangle: Satuan Pendidikan : SMA Negeri 9 Gowa
Kelas/Semester  : X/Semester Genap
Materi Pokok  : Debat
Alokasi Waktu  : 4 X 45 Menit
 




Kompetensi Dasar
Indikator
4.12   Mengonstruksi permasalahan/isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan dari debat secara lisan untuk menunjukkan esensi dari debat.  
1.       Merumuskan mosi berdasarkan isu atau permasalahan yang sedang berkembang.
2.       Menganalisis pendapat tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral dalam debat
3.       Menyimpulkan hasil debat.
No
Tujuan Pembelajaran
1.

2.

3.
Peserta didik mampu merumuskan mosi berdasarkan isu atau permasalahan yang sedang berkembang.
Peserta didik mampu menganalisis pendapat tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral dalam debat
Peserta didik mampu menyimpulkan hasil debat.
Kegiatan Pembelajaran





Pendahuluan
1.       Orientasi: Melakukan pembelajaran dengan menyiapkan peserta didik, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan fisik dan psikis peserta untuk untuk mengikuti pembelajaran.
2.       Apersepsi: Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, mengingatkan kembali materi dengan bertanya, mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
3.       Motivasi: Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi teks debat dalam kehidupan sehari-hari.
4.       Pemberian acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan yang sedang berlangsung, memberitahukan tentang indikator dan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang sedang berlangsung, menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.








Inti
a.       Literasi: Peserta didik diberi stimulus atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada materi teks debat melalui pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan mengolah informasi, mengomunikasikan). Dalam hal ini, pendidik menugasi peserta didik untuk membaca contoh penggalan debat yang terdapat pada buku teks.
b.      Berpikir Kritis: Pendidik memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi penggalan debat dan menentukan mosi yang terdapat pada penggalan tersebut.
c.       Kerja Sama: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan, mengumpulkan informasi, dan mempresentasikan ulang hasil diskusi mengenai mosi dalam penggalan debat, menganalisis pendapat tim afirmasi, tim oposisi dan tim netral dalam debat, dan menyimpulkan hasil debat. Bagian-bagian tersebut mereka temukan setelah membaca teks debat pada buku teks.
Peserta didik kembali mendiskusikan dan menyusun mosi yang disertai pendapat (boleh sebagai afirmasi, oposisi, atau netral)
Peserta didik kembali berdiskusi lalu menyusun atau melengkapi bagian yang rumpang teks debat yang terdapat pada buku teks dan mengisinya dengan simpulan yang tepat.
d.      Komunikasi: Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan dan menyampaikan hasil diskusi tentang kegiatan pembelajaran, mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentang teks debat yang telah dipelajari dan ditanggapi oleh kelompok yang lain, bertanya atas presentasi tentang teks debat yang telah dipelajari, dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
e.       Kreativitas: Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami atau guru menyampaikan beberapa pertanyaan pemicu kepada siswa berkaitan dengan teks debat yang selesai dipelajari.




Penutup
Pendidik dan Peserta didik berdiskusi menyusun ringkasan tentang hal-hal penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran teks debat yang baru dilakukan, mengagendakan materi atau tugas yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau di rumah.
Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi paraf, memberikan penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama yang baik dalam kegiatan pembelajaran.


Penilaian
Penilaian Sikap
Pendidik mengamati sikap setiap peserta didik selama proses pembelajaran
Penilaian Pengetahuan
Pendidik memeriksa hasil analisis terhadap mosi, pendapat, dan simpulan yang disusun oleh peserta didik dengan mengecek kesesuaian jawaban kelompok mereka.
Penilaian Keterampilan
Pendidik menilai kemampuan presentasi, menyampaikan saran, dan merevisi hasil analisis mosi, pendapat dan simpulan teks debat yang telah disusun.

Pallangga, 5 Januari 2020
Mengetahui                                                                                     
Kepala UPT SMAN 9 Gowa,                                                           Guru Mata Pelajaran,



Dra. Fatmawati, M. Si.                                                                   Suparmin, S. Pd.
NIP 196103231986032006                                                             NIP 198411102009011012
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Rounded Rectangle: Satuan Pendidikan : SMA Negeri 9 Gowa
Kelas/Semester  : X/Semester Genap
Materi Pokok  : Debat
Alokasi Waktu  : 4 X 45 Menit
 




Kompetensi Dasar
Indikator
3.13  Menganalisis  isi debat (permasalahan/ isu, sudut pandang dan argumen beberapa  pihak, dan simpulan).

4.13   Mengembangkan permasalahan/isu dari berbagai sudut pandang yang dilengkapi argumen dalam berdebat.
1.       Menganalisis pendapat tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral dalam debat.
2.       Mengidentifikasi ragam bahasa debat.
No
Tujuan Pembelajaran
1.

2.
Peserta didik mampu menganalisis pendapat tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral dalam debat.
Peserta didik mampu mengidentifikasi ragam bahasa debat.

Kegiatan Pembelajaran





Pendahuluan
1.       Orientasi: Melakukan pembelajaran dengan menyiapkan peserta didik, berdoa bersama, mengecek kehadiran, dan menyiapkan fisik dan psikis peserta untuk untuk mengikuti pembelajaran.
2.       Apersepsi: Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik terhadap materi sebelumnya, mengingatkan kembali materi dengan bertanya, mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan.
3.       Motivasi: Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari materi teks debat dalam kehidupan sehari-hari.
4.       Pemberian acuan: Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan yang sedang berlangsung, memberitahukan tentang indikator dan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang sedang berlangsung, pembagian kelompok belajar, menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran.








Inti
1.       Literasi: Peserta didik diberi stimulus atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada materi teks debat melalui pendekatan saintifik (mengamati, menanya, mengumpulkan informasi/ eksperimen, mengasosiasikan mengolah informasi, mengomunikasikan). Dalam hal ini, pendidik menginstruksikan kepada peserta didik untuk membaca teks debat yang terdapat pada buku.
2.       Berpikir Kritis: Pendidik memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi aneka pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat pihak afirmasi, oposisi, dan tim netral. Peserta didik juga mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan pendapat.
3.       Kerja Sama: Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan, mengumpulkan informasi, dan mempresentasikan ulang hasil diskusi mengenai isi pendapat ketiga tim serta kekuatan dan kelemahan masing-masing.
Peserta didik kembali mendiskusikan dan menganalisis ragam bahasa debat
Alternatif: Peserta didik yang terbagi dalam beberapa kelompok melakukan debat. Topik disepakati bersama. Ada yang berperan sebagai tim afirmasi, tim oposisi, dan tim netral.
4.       Komunikasi: Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan dan menyampaikan hasil diskusi tentang kegaiatan pembelajaran, mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal, mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentang teks debat yang telah dipelajari dan ditanggapi oleh kelompok yang lain, bertanya atas presentasi tentang teks debat yang telah dipelajari, dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.
5.       Kreativitas: Peserta didik bertanya tentang hal yang belum dipahami atau guru menyampaikan beberapa pertanyaan pemicu kepada siswa berkaitan dengan teks debat yang selesai dipelajari.




Penutup
Pendidik dan Peserta didik berdiskusi menyusun ringkasan tentang hal-hal penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran teks debat yang baru dilakukan, mengagendakan materi atau tugas yang harus dipelajari pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau di rumah.
Pendidik memeriksa pekerjaan peserta didik yang selesai dan diberi paraf, memberikan penghargaan pada kelompok yang memiliki kinerja dan kerja sama yang baik dalam kegiatan pembelajaran.

Penilaian
Penilaian Sikap
Pendidik mengamati sikap setiap peserta didik selama proses pembelajaran
Penilaian Pengetahuan
Pendidik memeriksa hasil analisis terhadap isi debat (pendapat tim afirmasi, oposisi, dan netral), serta jawaban terhadap analisis ragam bahas debat yang telah disusun oleh peserta didik dengan mengecek kesesuaian jawaban kelompok mereka.
Penilaian Keterampilan
Pendidik menilai kemampuan presentasi, menyampaikan saran, dan merevisi hasil analisis teks debat yang telah disusun.
Pallangga, 5 Januari 2020
Mengetahui                                                                                     
Kepala UPT SMAN 9 Gowa,                                                           Guru Mata Pelajaran,



Dra. Fatmawati, M. Si.                                                                   Suparmin, S. Pd.
NIP 196103231986032006                                                             NIP 198411102009011012




Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.