Di
dalam tajuk rencana terdapat fakta dan opini. Fakta dalam tajuk rencana adalah
hal-hal nyata yang diambil dari peristiwa atau gejala tertentu yang terjadi
dalam lingkungan masyarakat. Adapun opini adalah pendapat atau tanggapan
redaksi terhadap peristiwa atau gejala yang dijadikan sebagai pokok pembicaraan
dalam tajuk rencana.
Ciri-ciri
fakta sebagai berikut:
Benda,
peristiwa yang sungguh-sungguh ada/terjadi.
Benda,
peristiwa yang dapat ditangkap oleh pancaindra.
Sesuatu
yang dapat diobservasi atau diuju kebenaranya.
Sesuatu
yang telah atau sedang terjadi.
Sementara itu, opini memiliki informasi
berupa gagasan, pendapat, dan harapan. Opini dapat ditandai dengan adanya
peristiwa yang belum terjadi, adanya penggunaan kata yang menyatakan aspek
perasaan.
a.Singkatan
ialah bentuk yang dipendekkan yang terdiri atas satu huruf atau lebih.
·Singkatan
nama orang, nama gelar, sapaan, jabatan, atau pangkat diikuti dengan tanda
titik.
Contoh : Muh. Arman
M.B.A.master
of business administration
S.E.sarjana ekonomi
S.Pd.sarjana pendidikan
·Singkatan
nama resmi lembaga pemerintahan dan ketatanegaraan, badan atau organisasi serta
nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal kata ditulis dengan huruf kapital
dan tidak diikuti dengan tanda titik.
Contoh : DPRDewan Perwakilan
Rakyat
PGRIPersatuan Guru
Republik Indonesia
SMPSekolah
Menengah Pertama
PTPerseroan
Terbatas
BIBank
Indonesia
·Singkatan
umum yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik.
Contoh :dll.dan
lain-lain
dsb.dan sebagainya
sda.sama
dengan atas
Yth.Yang
terhormat
Tetapi a.n.atas nama
d.a. dengan
alamat
u.b.untuk beliau
·Lambang
kimia, singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan mata uang tidak diikuti
tanda titik.
Contoh
: Cucuprum
kgkilogram
lliter
Rprupiah
b.Akronim
ialah singkatan yang berupa gabungan huruf awal, gabungan suku kata, atau
gabungan huruf suku kata dari deret kata yang diperlukan sebagai kata.
·Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf
awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital.
Contoh : ABRIAngkatan Bersenjata Republik Indonesia
LANLembaga
Administrasi Negara
·Akronim
nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku dari
deret ditulis dengan huruf awal huruf kapital.
Contoh :DepdiknasDepartemen
Pendidikan Nasional
BappenasBadan Perencanaan
Pembangunan Nasional
·Akronim
yang bukan nama diri yang berupa gabungan huruf, suku kata, ataupun gabungan
huruf dan kata dari deret kata seluruhnya ditulis dengan huruf kecil.
Contoh
:tilangbukti
pelanggaran
radarradio detecting and ranging
pemilupemilihan umum
krismonkrisis moneter
sinetronsinema elektronik
rudalpeluru
kendali
patascepat
dan terbatas
Catatan. Jika dianggap perlu membentuk akronim, hendaknya
diperhatikan cara-cara berikut. (1) jumlah kata akronim jangan melebihi jumlah
suku kata yang lazim pada kata Indonesia, (2) Akronim dibentuk dengan mengindahkan
keserasian kombinasi vokal dan konsonan yang sesuai dengan pola kata bahasa
Indonesia yang lazim.