Selamat Datang di Blog Edukasi Suparmin, SMA Negeri 1 Pallangga, Gowa, Sulawesi Selatan

Sabtu, 11 Juli 2020

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Daring | Surat Lamaran Pekerjaan, Kelas XII

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP) DARING

 

 

Nama Sekolah             : SMA Negeri 9 Gowa

Mata Pelajaran                   : Bahasa Indonesia

Kelas/Semester                  : XII/1

Materi Pokok                     : Surat Lamaran Pekerjaan

Alokasi Waktu                   : 3 x pertemuan

 

Materi dalam bentuk PPT dapat dilihat di https://www.youtube.com/watch?v=MeDmk7t5u0I

A.    Tujuan Pembelajaran

        Pertemuan 1

Peserta didik dapat mengidentifikasi isi dan sistematika surat lamaran pekerjaan

Pertemuan 2

Peserta didik dapat mengidentifikasi unsur kebahasaan surat lamaran pekerjaan

Pertemuan 3

Peserta didik dapat menyimpulkan dan menyusun surat lamaran pekerjaan dengan memperhatikan isi, sistematika dan kebahasaan

 B.      Metode Pembelajaran

         Metode              : Daring

         Aplikasi             : Youtube, googleform, googleclassroom, dan whatsapp

 

C.      Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan dan Deskripsi

Pertemuan 1

1.     Guru menyampaikan salam, menyapa peserta didik, dan menyampaikan orientasi pembelajaran

2.    Guru melalui aplikasi grup WA, meminta peserta didik mengisi presensi yang dibagikan dalam bentuk google form.

3.   Guru dan peserta didik berdiskusi jenis-jenis kegiatan yang membutuhkan lamaran pekerjaan. Secara bergantian, peserta didik memberikan komentar melalui grup WA.

4.      Guru meminta peserta didik mencermati dan melakukan tanya jawab

5.     Guru menyampaikan materi tentang sistematika surat lamaran pekerjaan dalam bentuk salindia ppt secara singkat. Sistematika ditampilkan secara acak.

6.   Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab. Peserta didik diminta menyusun sistematika yang ditampilkan secara acak tersebut.

7.      Guru memberikan penguatan tentang sistematika yang tepat.

8.      Pendidik dan peserta didik kembali berdiskusi setiap sistematika yang telah dipahami.

9.   Sebelum menutup pembelajaran guru memberikan penguatan dan memotivasi peserta didik untuk tetap semangat belajar.

Pertemuan 2

1.     Guru menyampaikan salam, tujuan dan orientasi pembelajaran

2.    Guru melalui aplikasi grup WA, meminta peserta didik mengisi presensi yang dibagikan dalam bentuk google form.

3.    Guru menyampaikan materi kaidah kebahasaan dalam surat lamaran pekerjaan dalam bentuk salindia ppt.

4.     Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab dan diskusi mengenai aspek/kaidah kebahasaan surat lemaran pekerjaan.

5.   Guru memberikan pertanyaan singkat kepada peserta didik. Pendidik mengirim beberap teks yang salah dan meminta peserta didik memperbaikinya. Teks yang dikirim merupakan aspek kebahasaan surat lamaran pekerjaan.

6.     Sebelum menutup pembelajaran guru meminta peserta didik untuk berdoa bersama

 Pertemuan 3

1.      Guru menyampaikan salam, tujuan dan orientasi pembelajaran

2.      Guru melalui aplikasi grup WA, meminta peserta didik mengisi presensi yang dibagikan dalam bentuk google form

3.     Guru memperlihatkan beberapa contoh surat lamaran pekerjaan dan cara menyusun surat lamaran pekerjaan dalam bentuk salindia ppt  atau pranala blog pendidik.

4.     Guru dan peserta didik melakukan tanya jawab tentang tata cara penulisan surat lamaran pekerjaan.

5.     Guru menugasi peserta didik untuk menulis contoh surat lamaran pekerjaan. Bisa dilakukan dengan beberapa struktur terlebih dahulu.

6.     Pendidik menugasi peserta didik untuk menyelesaikan surat lamarannya dan mengunggah pada aplikasi pembelajaran google classroom.

7.     Pendidik menyelesaikan pertemuan daring dengan ucapan terima kasih dan menitipkan nasihat pada peserta didik di rumah.

 

D.      Penilaian

1.               1Pengetahuan (google classroom)

a.          Teknik penilaian: tes tertulis tentang ciri, kebahasaan, dan analisis surat lamaran pekerjaan

2.      Kompetensi keterampilan          :            

a.       Teknik penilaian: menulis surat lamaran pekerjaan sesuai dengan kaidah kebahasaannya.

3.      Sikap

a.       Kedisiplinan (presensi kelas setiap pertemuan)

b.      Keaktifan dalam tanya jawab

c.       Kejujuran (tugas tidak plagiat)

d.      Tanggung jawab (penyelesaian tugas)

                                                                                                 Gowa, 13 Juli 2020

Mengetahui

Kepala UPT,                                                                                         Pendidik,

 

Dra. Fatmawati, M.Si.                                                                        Suparmin, S.Pd.

NIP 1961032319860322006                                                                 NIP 198411102009011012

 


Minggu, 07 Juni 2020


Balon Pasangan/Appasiamak dan Pembelajaran di Kelas

Pendidikan merupakan suatu aktivitas manusia dalam membangun peradaban modern yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan aktivitas manusia dalam membentuk karakter manusia yang baik, yang akan mampu memelihara keseimbangan. Sebab pendidikan banyak negara yang dengan mudahnya meraih kemajuan. Misalnya, negara Jepang, negara ini maju disebabkan karena perhatiannya yang tinggi terhadap pendidikan dan teknologi, yang merupakan tanda kemajuan zaman. Meskipun secara geografis negara ini tidak memiliki wilayah yang besar, tetapi pendapatan negara dan kemajuan fasilitasnya berbanding terbalik dengan negara yang secara geografis lebih baik darinya. Melihat beberapa contoh perkembangan pendidikan di negara lain, toh rasa-rasanya pendidikan kita masih berada jauh dari jejak-jejak mereka. Bahkan kita masih stagnan selama bertahun-tahun dalam kondisi seperti ini. Pembelajaran di sekolah kita masih menjadikan ruang kelas yang memiliki empat sisi tembok pembatas. Kita masih terkungkung dengan mengikuti langkah-langkah pembelajaran baku yang dibuat beberapa waktu sebelum pembelajaran dimulai. Dibuat dengan hayalan seolah-olah ilmiah karena mengikuti sintaks yang ada. Secara pribadi, penulis sangat suka berdiskusi tentang perubahan-perubahan kecil yang dilakukan di dalam proses pembelajaran yang membuat peserta didik lebih bergairah dalam melakoni hari yang melelahkan setiap hari, pukul 7.00 hingga pukul 15. 45.
Kali ini tulisan saya khusus berbagi kepada Bapak/Ibu tenaga pendidik di seluruh Indonesia. Saya akan menulis salah satu inovasi pembelajaran yang telah saya praktikkan di kelas. Penilaian harian yang menjadi prasyarat dalam kurikulum 2013 tidak selalu mesti dilakukan dengan konvensi yang selama ini dipraktikkan secara turun temurun. Pendidik membacakan atau membagikan kertas soal kepada peserta didik dan mereka duduk dengan tenang mengerjakan, memikirkan, dan menuliskan jawabannya. Waktu habis, lembar jawaban pun dikumpul. Kali ini saya, penilaian saya lakukan dengan sedikit inovasi yang berbeda. Yang jelas, tujuan penilaian tercapai. Inovasi yang saya praktikkan saya beri nama “Balon Pasangan”. Bagaimana  prosesnya? Silakan lanjutkan membaca langkah-langkah berikut!
1.      Pastikan bahwa materi telah dipahami dengan baik oleh peserta didik. Pertemuan demi pertemuan yang dilakukan di dalam dan di luar ruang kelas dipastikan untuk memenuhi target pembelajaran yang telah direncanakan.
2.      Pertemuan sebelumnya, pendidik menginformasikan bahwa akan melakukan penilaian harian. Tidak perlu sampaikan teknisnya kepada mereka. Tujuannya, agar menantang dan pengerjaan terlaksana dengan seru.
3.      Pendidik meminta peserta didik untuk membawa balon udara. Satu peserta didik, satu balon udara. Instruksikan untuk membawa balon udara yang berkualitas sedang. Tujuannya, supaya dapat mengembang dengan sempurna dan tidak mudah meletus.
4.      Pendidik menyiapkan kartu soal dan kartu jawaban. Kartu tersebut dicetak dengan kertas biasa, digunting sesuai dengan ukuran, lalu digulung dengan rapi. Pastikan kertas soal seimbang dengan kertas jawaban.
5.      Pendidik menyampaikan instruksi penilaian (permainan) di depan kelas.
6.      Pastikan bahwa seluruh peserta didik telah paham dengan penjelasan pendidik.
7.      Bagikanlah gulungan kertas tersebut kepada peserta didik. Satu gulungan kertas untuk satu peserta didik. Jika ada peserta didik yang tidak hadir, bagikanlah kertas tersebut kepada peserta didik yang lain. Boleh jadi, ada satu balon yang berisi dua kertas. Jangan biarkan peserta didik untuk membuka kertasnya. Mereka tidak boleh tahu isi dari kertas tersebut.
8.      Instruksikan kepada peserta didik untuk memasukkan kertas tersebut ke dalam balon udara.
9.      Setelah kertasnya berada di dalam balon, peserta didik meniup balon hingga mengembang dengan sempurna. Pendidik mengontrol tiupan peserta didik dan tetap memberikan instruksi agar berhati-hati, teliti, pelan, dan tetap bersemangat.
10.  Setelah balon mengembang dengan sempurna, ikat balonnya hingga udara tidak bisa keluar.
11.  Dengan instruksi pendidik, peserta didik melemparkan balonnya ke atas udara. Jika ada balon yang mendekat, pukul kembali hingga semua balon beterbangan di dalam kelas.
12.  Jika waktunya dianggap sudah cukup, pendidik menginstruksikan kepada peserta didik untuk masing-masing menangkap balon.
13.  Berusahalah untuk meletuskan balon tanpa bantuan apa pun.
14.  Setelah balonnya berhasil meletus, ambil kertas yang ada di dalamnya. Jika peserta didik membuka kertas dan mendapatkan soal berarti dia bertugas untuk mencari pasangan jawabannya. Begitupun sebaliknya.
15.  Agar pembelajaran berjalan dengan terkontrol, pendidik memberikan batas waktu kepada peserta didik untuk menemukan pasangannya.
16.  Setelah waktu yang ditentukan telah habis, pendidik mengecek peserta didik yang berhasil menemukan pasangan dan yang gagal.
17.  Berikan penguatan di akhir pembelajaran.
Inilah praktik pembelajaran yang penulis telah lakukan. Semoga kita bisa saling berbagi untuk pendidikan yang lebih baik. Terima kasih.


Try Relay: the free SMS and picture text app for iPhone.